Dukungan AI pada PEDAGOGI dan DESAIN KURIKULUM Perguruan Tinggi
Keywords:
AI, Pedagogi, desain kurikulumAbstract
Di tengah gelombang Revolusi Industri 4.0 dan percepatan transformasi digital pasca-pandemi, kecerdasan buatan (AI) tidak lagi menjadi visi futuristik, melainkan realitas yang meresap ke dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Perguruan tinggi di Indonesia dan global menghadapi tantangan ganda: mempersiapkan lulusan yang kompetitif di pasar kerja berbasis AI sekaligus menjaga esensi pendidikan sebagai proses humanis yang membangun karakter dan kritis berpikir. Buku Dukungan AI Pada Pedagogi Dan Desain Kurikulum Perguruan Tinggi lahir dari urgensi ini, menyediakan panduan komprehensif, berbasis bukti empiris, dan kontekstual bagi dosen, pengembang kurikulum, pemimpin institusi, serta pembuat kebijakan pendidikan.
"Seperti kata Alan Turing, 'We can only see a short distance ahead, but we can see plenty there that needs to be done'—begitulah AI mengajak kita merevolusi pedagogi tanpa kehilangan arah kemanusiaan." Buku ini mengintegrasikan perspektif multidisiplin dari filsafat, etika, teknologi, dan praktik kelas nyata, dengan fokus utama pada penerapan AI generatif seperti model bahasa besar (LLM) dan transformator. Ia menjawab pertanyaan krusial: Bagaimana dosen dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan efektivitas pengajaran, sambil mengatasi risiko etis, bias algoritma, dan erosi otonomi manusia?
Struktur buku dirancang progresif untuk membangun pemahaman holistik. Bab 1–2 meletakkan fondasi dengan pendahuluan AI dalam dosen dan sejarah singkat AI ala Willis— dari gagasan mesin berpikir, musim dingin AI, hingga kebangkitan jaringan saraf dan model generatif. Bab 3–6 mendalami etika dan filsafat AI, mulai dari teori moral hingga transparansi, akuntabilitas, serta keseimbangan inovasi-etika di universitas, lengkap dengan studi kasus di ruang kelas psikologi, pemasaran digital, dan pengembangan akademik. Bab 7–10 beralih ke pengembangan profesionalisme dosen, kerangka PREP-AI etis, peran esensial dosen di era AI, serta navigasi identitas akademik yang berkembang.
Selanjutnya, Bab 11–15 menyoroti perspektif mahasiswa dan masa depan: dari pengalaman belajar dan daya saing kerja, asistensi digital, kemitraan staf-mahasiswa, hingga keterampilan, etika, dan otonomi dalam pembelajaran AI. Setiap bab diakhiri kesimpulan praktis, didukung daftar pustaka ekstensif untuk penelitian lanjutan.
References
no references






