Pengambilan Keputusan Multi Kriteria (MCDM) menggunakan AI dan GIS
Keywords:
Pengambilan Keputusan Multi Kriteria (MCDM) menggunakan AI dan GISAbstract
Puji syukur kami panjangkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga buku Pengambilan Keputusan Multi Kriteria (MCDM) menggunakan AI dan GIS ini dapat terwujud. Buku ini hadir sebagai panduan komprehensif bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan yang ingin memanfaatkan integrasi kecerdasan buatan (AI) dan sistem informasi geografis (GIS) dalam pengambilan keputusan multi kriteria (MCDM) untuk pembangunan berkelanjutan. Pengambilan Keputusan Multi Kriteria (MCDM) menggunakan AI dan GIS adalah pendekatan analitik yang menggabungkan metode MCDM dengan kecerdasan buatan (AI) serta sistem informasi geografis (GIS) untuk menangani keputusan kompleks berbasis data spasial. MCDM merupakan kerangka kerja untuk mengevaluasi berbagai alternatif keputusan berdasarkan multiple kriteria yang sering saling bertentangan, seperti biaya, dampak lingkungan, dan efisiensi. Integrasi AI (seperti fuzzy logic atau machine learning) menangani ketidakpastian dan data ambigu, sementara GIS memproses lapisan data spasial untuk analisis lokasi. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, bencana alam, degradasi lingkungan, dan urbanisasi cepat, pendekatan MCDM berbasis AI-GIS menawarkan solusi inovatif yang menggabungkan analisis spasial canggih, pemrosesan data besar, dan pemodelan prediktif untuk menghasilkan keputusan yang lebih akurat, efisien, dan berkelanjutan. Isi buku ini mencakup 12 bab yang dirancang secara sistematis, dimulai dari fondasi konseptual AI-GIS dalam pengambilan keputusan berkelanjutan (Bab 1), analisis MCDM geospasial (Bab 2), hingga aplikasi praktis seperti pemetaan risiko banjir di Sigatoka (Bab 4), analisis kualitas udara Delhi NCR selama pandemi (Bab 5), optimalisasi pengelolaan sampah di Patna (Bab 7), dan inovasi IoT untuk kesehatan struktur (Bab 10). Setiap bab dilengkapi studi kasus nyata dari berbagai wilayah seperti Hong Kong, Chiang Mai, Muzaffarpur, dan Papua New Guinea, yang menyoroti penerapan SDG, ketahanan regional, serta strategi adaptasi lingkungan. Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi referensi akademik, tetapi juga katalisator aksi nyata bagi transformasi digital di bidang lingkungan, kehutanan, kesehatan masyarakat, dan energi terbarukan. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan edisi mendatang.
References
no references






