MEDIA BUATAN (Artificial Media)

Authors

  • Mars Caroline Wibowo Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Keywords:

MEDIA BUATAN

Abstract

Kami panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan rahmat- Nya  yang  melimpah,  sehingga  buku “Media  Buatan  (Artificial  Media)”   ini  akhirnya  dapat terwujud  dan  rampung.  Buku  Media  Buatan  (Artificial  Media)  ini  lahir  dari  kebutuhan mendesak  untuk  memahami  bagaimana  kecerdasan  buatan  (AI)  tidak  hanya  menjadi  alat, melainkan mitra kreatif yang merombak batasan seni, pendidikan, jurnalisme, dan komunikasi di  era  digital  Indonesia  yang  sedang  bertransformasi  pesat.  Artificial  Media mengacu  pada konten  media  yang  diciptakan  atau  dihasilkan  secara  sintetis  oleh  kecerdasan  buatan  (AI), seperti  gambar,  video,  audio,  teks,  atau  narasi  interaktif  yang  dibuat  oleh  model  generatif (misalnya deepfake, AI art, atau musik AI). 

Perjalanan  intelektual  dimulai  pada  Bab  1:  Menjelajahi  Batasan  Media  Buatan,  yang mengupas  diskusi  awal  tentang  esensi  media  buatan,  teori  dan  kerangka  inovatif  baru, aplikasinya dalam pendidikan serta desain, praktik empiris terkini, hingga visi futuristik yang mengantisipasi  disrupsi  mendatang.  Lalu,  Bab  2:  Kolaboratif  AI  dengan  Manusia  menyelami kreativitas  komputasional  sebagai  subbidang  utama,  kerangka  pemahaman  ko-kreatif, pentingnya  mengukur  sistem  kolaboratif,  model  CCSM  dengan  estetika  emergennya, kolaborasi OCSM, serta sintesis kesimpulan tentang harmoni manusia-mesin. 

Bab  3:  Membingkai  Ulang  Kepengarang(an)  di  Era  Agen  AI  Ini  secara  provokatif mendefinisikan  ulang  agensi  kreatif  dan  konsep  agen  AI,  mempertanyakan  hak  cipta  serta identitas pencipta di tengah ledakan teknologi generatif yang menantang norma authorship tradisional.  Bab  4:  Dekonstruksi  Waktu  dalam  Media  Sintetis  menggugat  peran  AI  dalam transformasi  temporalitas historis, konstruksi budaya  pengalaman waktu "palsu", fenomena deepfake  beserta  memori  kloning  AI, pencarian masa  lalu  yang  hilang,  temporalitas  sintetis yang muncul, kasus Avatar Machado de Assis, hingga refleksi kebijakan GPAI terhadap disrupsi waktu.  

Bab 5: Siberinetika Melampaui Kekacauan Musik AI melacak trajektori dari siberinetika klasik ke musik AI generatif, perspektif historis musik siber, perbandingan mendalam dengan musik  AI/ML,  kebangkitan  siberinetika  kontemporer,  diakhiri  kesimpulan  visioner  tentang harmoni  kekacauan  kreatif.  Bab  6:  Implementasi  GenAI  di  Pedagogi  Teknik  memposisikan GenAI sebagai subjek pembelajaran revolusioner, menyajikan skenario didaktik krusial beserta pertanyaan kunci, evaluasi reflektif, serta rekomendasi transformasi pedagogi teknik masa kini. Bab 7: Narasi Interaktif AI di Pendidikan Menengah mengintegrasikan penggunaan AI generatif  dalam  kurikulum,  pendekatan  etnografi  AI  untuk  riset  pendidikan,  desain  narasi interaktif berbasis media buatan, hingga kesimpulan aplikatif yang siap diimplementasikan di sekolah  menengah  Indonesia.  Bab  8:  Metodologi  Kolaboratif  dalam  Kreasi  Media  AI membedah proses kreatif manusia kontras dengan media buatan, identifikasi elemen inti AI, dualisme AI sebagai mitra sejati versus sekadar alat, serta kerangka metodologis komprehensif 

References

no references

Downloads

Published

2026-02-23

How to Cite