Machine Learning (ML) untuk Material Semikonduktor
Keywords:
Machine Learning, Machine Learning (ML) untuk Material SemikonduktorAbstract
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmatnya, dan karunia-Nya yang melimpah sehingga buku berjudul “Machine Learning (ML) untuk Material Semikonduktor” dapat terselesaikan dengan baik. Dalam era revolusi industri 4.0 dan menuju 5.0, semikonduktor bukan lagi sekadar fondasi elektronika, melainkan pusat inovasi yang mendorong batas kemampuan manusia. Buku Machine Learning untuk Bahan Semikonduktor ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), khususnya machine learning (ML), guna mengatasi tantangan kompleks dalam desain, produksi, dan optimalisasi material semikonduktor canggih. Dari silikon klasik hingga graphene super fleksibel, SiC penakluk panas ekstrem, dan GaN pendobrak 5G, dunia semikonduktor menghadapi kendala seperti deteksi cacat presisi, efisiensi produksi, serta transisi ke komputasi kuantum dan energi terbarukan.
Indonesia, dengan posisi strategis di rantai pasok global semikonduktor melalui inisiatif Kementerian Diklat Sains Teknologi, memerlukan talenta lokal yang mahir AI-for-materials untuk mencapai kemandirian teknologi di tengah dominasi TSMC, Samsung Foundry, dan Intel yang semakin mengandalkan ML-accelerated EDA tools.
Buku ini tersusun dalam sepuluh bab yang mengikuti pipeline lengkap dari materials discovery hingga fab deployment dengan narasi yang mengalir dari konteks historis hingga aplikasi futuristik. Bab pertama menguraikan evolusi material semikonduktor secara kronologis dan teknis: dari silikon dominan ke germanium untuk infrared detection, material optoelektronik generasi ketiga (GaN, SiC), graphene transparan fleksibel, transition metal dichalcogenides (MoS2, WS2) untuk 2D electronics, serta batas akhir Moore's Law yang mendorong post-silicon paradigms termasuk quantum computing chips.
Bab kedua membangun fondasi pembelajaran mesin yang solid meliputi sejarah AI dari perceptron hingga transformer architectures, empat paradigma learning (supervised, unsupervised, reinforcement, self-supervised), aplikasi industri seperti defect classification pada SECOM dataset, algorithmic complexity analysis untuk high-dimensional fab data, sinergi ML-elektrotechnology, serta etika AI dalam critical infrastructure.
References
no references






