Etika Kecerdasan Buatan (AI) Di Industri Asuransi

Penulis

  • Agus Wibowo Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Kata Kunci:

Etika Kecerdasan Buatan (AI) Di Industri Asuransi

Abstrak

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat, taufik, dan karunia-Nya, buku berjudul “Etika Kecerdasan Buatan (AI) Di Industri Asuransi” ini dapat diselesaikan dengan baik. Kehadiran buku ini merupakan kontribusi nyata dalam upaya menjawab tantangan kontemporer yang dihadapi industri asuransi di era transformasi digital, khususnya  dalam  mengintegrasikan  prinsip-prinsip  etika  ke  dalam  ekosistem  kecerdasan buatan yang semakin kompleks dan berpengaruh luas. 

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah mengubah lanskap industri asuransi secara  fundamental.  AI bukan  lagi  sekadar  alat bantu  operasional,  melainkan  telah menjadi tulang  punggung  dalam  pengambilan  keputusan  strategis—mulai  dari  akuisisi  data, pemrosesan  informasi,  penilaian  risiko,  penentuan  premi,  hingga  manajemen  klaim  dan deteksi  penipuan.  Kemampuan  algoritma  untuk  menganalisis  data  dalam  volume  besar, mengenali pola tersembunyi, dan menghasilkan prediksi dengan akurasi tinggi telah membuka peluang efisiensi dan inovasi yang sebelumnya tidak terbayangkan. Namun, di balik potensi besar  tersebut,  tersimpan  risiko  serius  yang  apabila  tidak  dikelola  dengan  baik  dapat mengancam integritas industri, hak-hak konsumen, dan kepercayaan publik terhadap sistem asuransi itu sendiri. 

Industri asuransi, yang secara historis dibangun di atas fondasi prinsip keadilan (equity), transparansi,  akuntabilitas,  dan  solidaritas  sosial,  kini  menghadapi  dilema  etis  baru. Penggunaan  model  AI  yang  bersifat  black  box,  ketergantungan  pada  data  historis  yang mungkin  mengandung  bias  struktural,  serta  minimnya  mekanisme  pengawasan  manusia berpotensi  menghasilkan  keputusan  yang  diskriminatif,  tidak  dapat  dijelaskan,  dan  sulit dipertanggungjawabkan  secara  moral  maupun  hukum.  Kasus-kasus  nyata  di  berbagai yurisdiksi  telah  menunjukkan  bagaimana  algoritma  penjaminan  risiko  dapat  memperburuk ketimpangan  sosial,  sistem  deteksi penipuan  dapat  salah  menuduh nasabah yang  jujur, dan model penetapan harga dinamis dapat mengeksploitasi kerentanan perilaku konsumen. 

Buku  ini  disusun  sebagai  upaya  sistematis  untuk  memetakan,  menganalisis,  dan menawarkan solusi terhadap tantangan-tantangan etis tersebut. Melalui lima belas bab yang komprehensif,  penulis  menghadirkan  kerangka  konseptual  dan  praktis  yang  dapat  menjadi panduan  bagi  berbagai  pemangku  kepentingan—mulai  dari  regulator,  eksekutif  perusahaan asuransi, pengembang teknologi, akademisi, hingga konsumen yang ingin memahami hak dan risiko mereka dalam ekosistem AI asuransi. 

Referensi

no references

Diterbitkan

2026-08-03

Cara Mengutip

Etika Kecerdasan Buatan (AI) Di Industri Asuransi. (2026). Penerbit Yayasan Prima Agus Teknik, 12(1). https://penerbit.stekom.ac.id/index.php/yayasanpat/article/view/732