VIBE CODING sebagai Kolaborasi AI dalam Coding

Penulis

  • Budi Raharjo Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Kata Kunci:

VIBE CODING sebagai Kolaborasi AI dalam Coding

Abstrak

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, buku yang berjudul “Vibe Coding sebagai Kolaborasi AI dalam Coding” ini dapat diselesaikan. Buku ini  disusun  sebagai  upaya  untuk  memberikan  pemahaman  yang  sistematis  mengenai perubahan  cara  kerja  pengembang  perangkat  lunak  di  tengah  perkembangan  kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Perkembangan AI telah membawa perubahan besar dalam berbagai tahapan pengembangan perangkat lunak. AI tidak lagi hanya digunakan sebagai alat bantu  untuk  menghasilkan  potongan  kode,  tetapi  mulai  berperan  dalam  memahami kebutuhan,  menyusun  spesifikasi,  merancang  arsitektur,  melakukan  debugging,  membuat dokumentasi,  menguji  aplikasi, hingga  mendukung  proses  deployment  dan  operasionalisasi. Dalam konteks inilah istilah vibe coding menjadi semakin penting untuk dipahami secara kritis dan proporsional. 

Vibe  coding  bukan  sekadar  aktivitas  meminta  AI  untuk  menulis  kode  berdasarkan instruksi  singkat.  Vibe  coding  merupakan  bentuk  kolaborasi  antara  manusia  dan  AI  yang menuntut kemampuan untuk merumuskan gagasan, menyusun prompt, memberikan konteks, memilih alat, meninjau hasil, menguji perubahan, serta  mengambil keputusan teknis secara bertanggung  jawab.  Pengembang  tidak  kehilangan  perannya,  tetapi  mengalami  perubahan orientasi:  dari  semata-mata  menulis  sintaks  menjadi  pengarah,  pengendali,  peninjau,  dan penanggung jawab atas proses serta hasil pengembangan perangkat lunak. 

Buku  ini  membahas  perjalanan  tersebut  secara  bertahap.  Bab  awal  menguraikan makna  sebenarnya  dari  vibe  coding,  kelebihan  dan  kekurangannya,  serta  perubahan  peran pengembang  dalam  praktik  profesional.  Pembahasan  kemudian  dilanjutkan  dengan  cara berpikir  dalam  prompt,  pemilihan  AI  stack,  dan  pemanfaatan  berbagai  alat  seperti  Cursor, GitHub Copilot, Claude, Gemini, dan ChatGPT dalam ekosistem pengembangan. Selanjutnya, buku ini mengarahkan pembaca dari tahap perumusan gagasan menuju pembangunan aplikasi fungsional. Pembaca diajak memahami proses penyusunan spesifikasi, pembatasan cakupan proyek,  pembuatan  scaffolding,  pengembangan  fitur  inti,  debugging  berbasis  bukti, peninjauan  kode,  refactoring,  pengujian,  serta  pengembangan  aplikasi  full-stack.  Aspek deployment  dan  operasionalisasi  aplikasi  juga  dibahas  agar  proses  pengembangan  tidak berhenti pada lingkungan lokal, tetapi dapat diarahkan menuju aplikasi yang siap digunakan. 

Referensi

no references

Diterbitkan

2026-09-02

Cara Mengutip