Etika dan Dampak Sosial AI pada KEAMANAN SIBER
Kata Kunci:
Etika dan Dampak Sosial AI pada KEAMANAN SIBERAbstrak
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa transformasi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang keamanan siber. Kehadiran AI memungkinkan organisasi untuk mendeteksi ancaman secara lebih cepat, menganalisis perilaku pengguna dan sistem secara lebih mendalam, mengotomatiskan respons terhadap insiden, serta memperkuat pengelolaan identitas dan akses. Namun, kemajuan tersebut tidak berdiri sendiri. Di balik berbagai manfaat yang ditawarkan, penerapan AI juga menimbulkan tantangan baru yang bersifat teknis, etis, sosial, dan hukum. Oleh karena itu, pembahasan mengenai AI dalam keamanan siber tidak dapat dibatasi pada aspek teknologi semata, melainkan harus dikaitkan dengan prinsip etika, tanggung jawab sosial, hak asasi manusia, privasi, serta tata kelola yang akuntabel.
Buku berjudul “Etika dan Dampak Sosial AI pada Keamanan Siber” disusun sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh dan terpadu mengenai peran AI dalam ekosistem keamanan siber. Buku ini menempatkan AI bukan hanya sebagai alat bantu teknis untuk menghadapi serangan siber, tetapi juga sebagai teknologi yang memiliki konsekuensi luas terhadap individu, organisasi, masyarakat, dan negara. Dengan pendekatan tersebut, pembaca diarahkan untuk memahami bahwa keamanan siber yang baik harus mampu menyeimbangkan efektivitas teknologi dengan perlindungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Secara umum, buku ini membahas berbagai topik yang berkembang pesat dalam bidang keamanan siber berbasis AI. Pembahasan diawali dengan pengembangan aplikasi Internet of Things (IoT) yang aman, lanskap ancaman IoT, keamanan edge computing, serta penerapan model AI pada perangkat dengan sumber daya terbatas. Selanjutnya, buku ini mengulas integrasi AI dan blockchain, keamanan kontrak pintar, pembelajaran terfederasi, serta platform intelijen ancaman terdesentralisasi. Aspek masa depan juga dibahas melalui topik komputasi kuantum, kriptografi pasca-kuantum, AI tahan kuantum, serta inovasi neuromorfik dan edge AI dalam keamanan siber.
Referensi
no references






